Rabu, 19 September 2012

PEMBACAAN TEKS PERANGKAT UPACARA KELAS VII SEMESTER GASAL





Pembacaan Teks Perangkat Upacara

Aspek                       : Membaca
Standar Kompetensi  : 3. Memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara
                                      membaca.
Kompetensi Dasar     : 3.1. Membacakan berbagai teks perangkat upacara dengan
                                        intonasi tepat.

Membaca adalah suatu kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk kepentingan sendiri, membaca juga berfungsi untuk orang lain. Kegiatan membaca tidak dapat lepas dari kehidupan, contohnya kita setiap hari mendengar berita di radio, kita juga sering melihat pembacaan berita di televisi dengan gaya pembacaan yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan dari teks itu sendiri. Cara membaca yang tidak benar akan menimbulkan makna yang berbeda, hasilnya akan terdengar kurang jelas atau tidak dapat dinikmati dengan baik oleh pendengar. Teks resmi atau teks yang dibacakan pada acara resmi memiliki gaya pembacaan yang berbeda. Membaca teks upacara sekolah, sesuai dengan sifatnya yang resmi maka teks harus dibacakan dengan gaya yang terkesan resmi, tegas, jelas, dan khidmat.

Setiap hari Senin, di sekolah-sekolah selalu diadakan upacara bendera. Sekolah-sekolah juga mengadakan upacara peringatan pada hari-hari tertentu, seperti hari Sumpah Pemuda, hari Pendidikan Nasional, hari Pahlawan, hari Kebangkitan Nasional, dan sebagainya.

Tahukah kalian yang termasuk teks perangkat upacara? Benar, misalnya teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, doa, janji siswa. Membaca teks tersebut termasuk membaca nyaring. Artinya, membaca dengan mengeluarkan suara nyaring. Pelajaran 2 Peristiwa 15 Mengapa harus nyaring? Karena membaca teks jenis ini tidak ditujukan untuk diri sendiri, tetapi untuk orang lain. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membacakan teks perangkat upacara seperti berikut.

1. Penempatan Jeda
Jeda adalah waktu penghentian sebentar dalam kalimat atau ujaran.
Perhatikan contoh berikut !
a. Semua peserta upacara / segera menyiapkan diri / di halaman depan sekolah //
b. Bahwa / sesungguhnya kemerdekaan itu / ialah hak segala bangsa //

2. Intonasi
Intonasi adalah perubahan nada sewaktu mengucapkan ujaran atau bagian-bagiannya.
Tanda ( / ) berarti intonasi naik, sehingga cara membacanya harus bernada naik. Tanda ( \ )
berarti intonasi turun, sehingga cara membacanya harus bernada turun.

3. Lafal
Lafal adalah cara orang, sekelompok orang atau masyarakat mengucapkan bunyi bahasa.
Berikut ini contoh pelafalan yang benar.
a. Biologi dilafalkan biologi bukan biolohi atau biyoloji.
b. TVRI dilafalkan te fe er i bukan ti fi er i
c. MTQ dilafalkan em te ki bukan em ti kyu
d. pantai dilafalkan pantay bukan panta-i

4. Sikap Percaya Diri
Membacakan teks perangkat upacara harus percaya diri. Hal ini penting karena dengan sikap tersebut maka pembacaan teks akan lancar. Kalimat-kalimat yang diucapkan tidak terputus- putus. Selain itu, dengan sikap percaya diri, maka napas tidak terengah-engah. Pernapasan juga dapat menentukan kuat lemah, panjang pendek, dan tinggi rendah pengucapan bunyi bahasa secara tepat. Di bawah ini disajikan contoh teks perangkat upacara. Perhatikan penjedaannya! kemudian berlatihlah dengan lafal dan intonasi yang tepat serta bersikap percaya diri!

Agar kamu dapat membaca teks-teks tersebut dengan benar, perhatikanlah hal-hal di
berikut.
1.  Bersikaplah tenang jangan gugup.
2.  Ucapkan setiap kata dengan jelas dan benar.
3.  Perhatikanlah intonasi kalimat agar terdengar jelas.
4.  Sesekali pandanganmu terarah kepada peserta upacara.
5.  Berbicaralah dengan keras, tetapi jangan berteriak.
6.  Bacalah teks-teks tersebut dengan lancar dan jangan tergesa-gesa.

Sebelum kamu melaksanakan tugas membaca teks tersebut di depan peserta upacara, berlatihlah membaca teks berulang-ulang sampai kamu dapat membaca dengan lancar. Minta tolonglah kepada salah seorang teman atau saudaramu untuk mendengarkan pendapat tentang kelancaran, kecepatan, sikap, intonasi, dan volume suaramu. Jika ada yang salah cara membacamu perbaikilah. Selain teks Pancasila dan UUD 1945, masih ada teks perangkat upacara yang lain, misalnya teks susunan acara upacara, teks ikrar siswa Indonesia, dan teks doa. Teks doa di setiap sekolah berbeda-beda karena setiap sekolah dapat menentukan sendiri teks doa.

Untuk melatih cara membaca teks perangkat upacara dengan benar, kamu dapat
menggunakan teks ikrar siswa Indonesia berikut yang biasa digunakan di sekolah-sekolah.



Ikrar Siswa Indonesia

      Kami siswa SMP Negeri 3 Jepon  berjanji:
  1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
  3. Berbudi pekerti luhur dan senantiasa menjunjung tinggi nama baik sekolah.
  4. Hormat dan taat pada orang tua, bapak/ibu guru, karyawan tata usaha, sesama teman, sesama manusia.
  5. Menaati tata tertib sekolah yang berlaku.
  6. Rajin belajar dan senantiasa mengembangkan wawasan keilmuan serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar