Jumat, 30 November 2012

PARABEL



Contoh Parabel
Secawan Air Putih
Khalifah Harun Al Rasuid seorang kepala negara yang terkenal bijaksana.Ia mempunyai sejumlah ulama yang diangkat sebagai penasihatnya.Segala kebijaksanaan pemerintahannya selalu dimusyawarahkan lebih dahulu dengan para ulama itu.
Pada suatu hari, Khalifah berbincang dengan seorang ulama penasihatnya.
“Guru, berilah saya nasihat bijaksana hari ini,” pintanya kepada ulama itu.
Sang ulama diam sejenak,Telah banyak nasihat diberikan kepada Khalifah yang bijaksana ini.Sekarang nasihat apa lagi yang akan diberikan ?
“Tuan Khalifah, berilah saya secawan air putih,” kata ulama itu setelah diam sesaat.”Lalu peganglah secawan air juga.”
Khalifah memerintahkan pelayan untuk mengambil dua cawan air putih.Secawan diberikan kepada ulama itu, secawan lagi dipegang oleh Khalifah.
“Umpama Tuan Khalifah berada di padang pasir yang gersang dan Tuan sangat kehausan,”kata ulama.”Tuan akan mati kehausan di sana.Lalu datang seseorang menyediakan secawan air putih untuk Tuan dengan bayaran yang sangat mahal.Den gan tebusan apa Tuan akan membayar secawan air yang ditawarakan itu?”
“Dalam keadaan sangat gawat, separuh kerajaan pun akan saya serahkan untuk menukar secawan air itu,” kata Khalifah tanpa pkir panjang lagi.
“Baiklah.Tuan memang orang yang jujur.Mari kita minum air ini.”Ulama dan Khalifah meminum air dalam cawan itu.
“Sekarang air putih itu sudah tuan minum sampai habis.” Kata ulama itu kepada Khalifah.”Seandainya air itu tidak bisa keluar dari tubuh Tuan sampai berhari-hari lamanya, berapa Tuan berani membayar untuk mengeluarkannya ?”
“Akan kuserahkan separuh negaraku yang tersisa untuk membayarnya ,”jawab Khalifah pula.
Ulama itu mengangguk –angguk.
“Camkanlah jawaban Tuan tadi,’katanya,”Ternyata harga kerajaan Tuan tidak lebih dari secawan air putih. Itulah kekayaan manusia dibandingkan kekayaan Tuhan.Hanya itu nasihat saya hari ini.”
Khalifah Harun Alrasyid termenung memikirkan naseihat itu. Memang benar kekayaan Allah tidak terbatas.Secawan air putih itu adalah kekayaan Allah. Harganya sangat mahal, sampai-sampai seharga satu kerajaan milik manusia.
Sumber :  internet

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar